Wednesday , July 17 2019
Home / News / Event Coverage / CLICKS & POPS: Pergerakan Gigs Indie Yang Kembali Meriah

CLICKS & POPS: Pergerakan Gigs Indie Yang Kembali Meriah

JAKARTA, 7 Mei 2019– Setelah Jakarta ramai dipenuhi skena party, malam karaoke tematik dan acara musik berisi band indie generasi tahun 2015, kemunculan band-band pendatang baru mulai tak terbendung. Kehadiran gigs bernuansa underground yang remang dan penuh asap rokok mulai bermunculan kembali atas dasar kesadaran pelaku-pelaku komunitas yang tergolong muda dan berapi-api. 3 Mei 2019, Clicks & Pops menjadi acara yang terbentuk dari pernyataan tersebut,

Berawal dari sebuah kolektif bernama Konsorsium Etis Populer, kolektif muda ini akhirnya bekerja sama dengan tim produksi musik bernama Palm House Studio, kedua kelompok tersebut sepakat membuat wadah untuk band-band pendatang baru tampil dan saling berkenalan. Melihat fenomena ini, Gaung Samisami selaku agensi pemasaran musik melihat adanya kebutuhan diskusi tentang wawasan dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk sebuah band bisa berkembang di era musik digital. “Band dan musisi Indonesia sudah sangat banyak yang bertalenta dan memiliki karakter yang kuat, namun kerasnya persaingan di era digital memaksa kita untuk lebih cermat dalam memasarkan sebuah karya. Selain para musisi, keberadaan orang balik layar menjadi krusial guna menuntun karir musisi di tengah era yang semakin kompetitif. Akan tetapi, menurut saya mental kolaboratif lah yang justru menjadi kunci untuk maju.”, kata Yudhistira Haryadi selaku CEO dari Gaung Samisami tentang alasan pentingnya diskusi dalam acara ini.

Selain Yudhistira, ada nama Bontelism (ex- Float), Pandji Dharma (Sirati Dharma / Palm House Studio) dan Aya Anjani (singer, songwriter) yang turut berbagi pengalaman dalam segmen talk show sore itu di Lobbyn Sky Terrace, Kemang. Sesi tanya jawab yang berlangsung panjang akhirnya ditutup dengan sebuah gigs yang menampilkan 7 musisi antara lain: Dimas Aji Project, Mad Madmen, White Lemon Delirium, Hops Pill, Sirati Dharma, Reality Club dan Aya Anjani.

Suasana akrab dan intim bercampur dengan musik yang keras dan unik membuat tempat tersebut terasa bergairah, ditambah beberapa penampilan istimewa dari pengisi acaranya. Aya Anjani adalah salah satu penampil yang secara sengaja membawakan deretan lagu yang belum ia rilis ke publik malam itu. “Karena acara ini terasa intim dari sebelum hari-h, saya ingin memberikan sesuatu yang istimewa juga untuk teman-teman yang hadir. Dan rasanya sangat senang bisa membawakan materi EP yang akan rilis akhir tahun ini lalu mendapat feedback langsung dari teman-teman di sana”, kata Aya setelah tampil malam itu. Ada pula Dimas Aji Project yang tampil perdana setelah 8 tahun rehat dari dunia panggung. Special Performance malam itu, Reality Club, juga menjadi istimewa. Band yang sedang aktif bermain dari panggung ke panggung dengan skala besar ini justru membuat suasana semakin hangat ketika bermain di gigs intim.

Penyelenggara berharap, event ini dapat meninggalkan kesan dan pesan yang berarti tak hanya bagi para musisi yang tampil, namun juga untuk para penikmat musik yang hadir. Mewakili Clicks and Pops, George Leonardo mengungkapkan harapan terbesarnya, “Selain menjadi wadah untuk para musisi yang tampil, tujuan event ini tak hanya sekedar acara musik saja, kami sangat berharap acara ini juga bermanfaat dalam membuka jejaring dan menambah wawasan industri musik untuk semua yang hadir. Karena menurut gue, acara ini juga acara kita semua!”

Contact:

https://www.instagram.com/clicksandpops/

https://www.instagram.com/gaung.samisami/

Lihat Juga :  Islamic Cultural Festival 2018 Kembali Digelar di Jepang Sebagai Ajang Memperkenalkan Islam Melalui Pertukaran Budaya

Check Also

Jangan Lewatkan Festival Paling Romantis Dieng Culture Festival, Catat Tanggalnya! 

Dieng Culture Festival (DCF) telah menjadi acara tahunan yang telah digelar hampir satu dekade. Penyelenggaraan …