Wednesday , July 17 2019
Home / News / Event Coverage / #ThinkTwice, Wujud Kepedulian Mahasiswa Mercu Buana Terhadap Social Media Pada Generasi Muda 

#ThinkTwice, Wujud Kepedulian Mahasiswa Mercu Buana Terhadap Social Media Pada Generasi Muda 

26 April 2019 – TALKS #THINKTWICE, kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Mercu Buana Jakarta mengenai peningkatan kesadaran generasi muda untuk bijak menggunakan sosial media. Hal ini merupakan sebuah bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu perkembangan teknologi dan sosial media yang saat ini sudah berkembang di masyarakat. Kegiatan diadakan di SMK YMIK Joglo Jakarta, yang mana tempat ini dipilih dikarenakan sasaran audiens event Talks #ThinkTwice adalah generasi muda atau siswa dan siswi Sekolah Menengah Atas. 

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama-sama. Kemudian dilanjutkan dengan Ibu Mulyani selaku perwakilan dari SMK YMIK Joglo Jakarta memberi sambutan sekaligus membuka acara. Lalu mahasiswa Reizaldy selaku ketua pelaksana sekaligus narasumber Talks #ThinkTwice memulai sosialisasi dengan membuka isu mengenai sosial media. Kegiatan diterima positif oleh audiens dikarenakan hal yang dibicarakan adalah isu yang related dengan kehidupan sehari-hari. 

Karena seperti yang dikatakan Reizaldy pada presentasinya bahwa 33% penduduk di Indonesia adalah penduduk muda berusia 15-34 tahun yang mana saat ini selalu disebut dengan Generasi Millennial.  Generasi ini adalah generasi yang aktif dalam penggunaan teknologi dan sosial media. Bahkan 8 dari 10 generasi millennial mengaku tidur bersama ponselnya yang terus menyala di sampingnya. Tentu saja fenomena ini akan memiliki dampak yang besar pada pola pikir dan perilaku generasi muda. Maka dari itu Reizaldy dan team membuka kegiatan ini dengan mengangkat sebuah gerakan berupa #ThinkTwice. 

 

#ThinkTwice merupakan sebuah gerakan yang disosialisasikan pada audiens untuk berpikir berkali-kali sebelum melakukan kegiatan di sosial media. Karena apa yang kita lakukan di sosial media adalah sebuah tanggung jawab besar dan harus di pertanggung jawabkan oleh diri kita sendiri. Dalam kegiatan ini pula narasumber memberi tahu fenomena FoMO atau Fear of Missing Out yang merupakan salah satu dampak dari penggunaan sosial media yang terlalu berlebihan. 

FoMO sendiri merupakan sebuah keinginan yang besar untuk terus terhubung dengan apa yang sedang dilakukan oleh orang lain di dunia maya sehingga menimbulkan kegelisahan. Karena secara tidak langsung, suka atau tidak suka kita sudah terinfeksi FoMO. Namun bagaimana cara diri kita menghandle nya yang merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi, terlebih generasi millennial yang dalam kehidupan sehari-harinya teknologi dan sosial media adalah sebuah kebutuhan pokok. 

Sosialisasi ditutup dengan menghimbau audiens untuk dapat mengurangi infeksi dari FoMO. Yaitu dengan menghindari ketergantungan sosial media, memerhatikan kegiatan offline (seperti meluangkan waktu dengan keluarga dan teman), serta terus bersyukur dan tidak membandingkan kehidupan sosial dengan orang lain. 

Acara kemudian diakhiri dengan quiz berupa pertanyaan kepada audiens mengenai materi yang sudah disosialisasikan dan penyerahan sertifikat kepada pihak SMK YMIK Joglo Jakarta. 

Lihat Juga :  BTS Jadi Seleb Paling Top Versi Majalah Forbes Korea Selatan

Check Also

Jangan Lewatkan Festival Paling Romantis Dieng Culture Festival, Catat Tanggalnya! 

Dieng Culture Festival (DCF) telah menjadi acara tahunan yang telah digelar hampir satu dekade. Penyelenggaraan …